PASAMAN BARAT

Dua Anak Diseret Ombak di Pantai Sikilang Pasbar, Satu Terselamatkan dan Satu Hilang

0
×

Dua Anak Diseret Ombak di Pantai Sikilang Pasbar, Satu Terselamatkan dan Satu Hilang

Sebarkan artikel ini
ilustrasi orang hilang. (dok. istimewa)
ilustrasi orang hilang. (dok. istimewa)

PASBAR, RADARSUMBAR.COM – Seorang anak perempuan berusia 12 tahun dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Sikilang, Nagari Sikilang, Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat.

Kejadian ini terjadi pada Minggu (23/2/2025) sekitar pukul 17.30 WIB saat korban tengah mandi di pantai bersama seorang temannya.

Menurut laporan dari Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik, peristiwa ini bermula ketika dua anak, Zahid Hamidan R (8) dan Urfa (12), tengah bermain di tepi pantai.

Secara tiba-tiba, ombak besar datang dan menyeret keduanya ke tengah laut. Warga yang berada di lokasi segera melakukan penyelamatan dan berhasil menolong Zahid, namun Urfa belum ditemukan hingga saat ini.

Tim SAR menerima laporan kejadian ini pada pukul 20.04 WIB dari Afrizal, Kabid KL BPBD Kabupaten Pasaman Barat.

Setelah mendapat informasi, Tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 20.19 WIB dengan lima personel untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

“Setibanya di lokasi, tim SAR langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasaman Barat serta masyarakat setempat untuk melakukan pencarian terhadap korban,” jelas Abdul Malik.

Beberapa langkah yang telah dilakukan meliputi komunikasi awal dan evaluasi lapangan, pengusulan koordinasi dengan SMC KKS Padang, serta persiapan peralatan dan personel untuk operasi penyelamatan.

Berdasarkan pengukuran dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman, lokasi kejadian berjarak sekitar 36,74 km dalam garis lurus dari pos dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam perjalanan darat dengan jarak tempuh 46,4 km.

Korban Zahid Hamidan R, laki-laki berusia 8 tahun, warga Sikilang Pasaman Barat, berhasil diselamatkan, sementara Urfa, perempuan berusia 12 tahun, masih dalam pencarian.

Hingga saat ini, tim gabungan masih bekerja keras melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Pihak Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat bekerja sama dalam upaya penyelamatan ini.

“Masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat beraktivitas di pantai, terutama pada kondisi ombak besar yang dapat membahayakan keselamatan,” pesan Abdul Malik.

Pihak berwenang juga mengingatkan agar selalu mendampingi anak-anak saat bermain di sekitar pantai untuk menghindari kejadian serupa. (rdr)