EKONOMI

Presiden Prabowo Perintahkan Turunkan Harga Sembako jelang Ramadhan 2025

0
×

Presiden Prabowo Perintahkan Turunkan Harga Sembako jelang Ramadhan 2025

Sebarkan artikel ini
Penjualan sembako di Pasar Serikat Lubuk Basuang.
Ilustrasi penjualan sembako di Pasar Serikat Lubuk Basuang.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menteri untuk menurunkan harga-harga sembako dan sejumlah komoditas menjelang bulan Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada awal Maret 2025. Hal ini bertujuan agar harga kebutuhan pokok lebih terjangkau bagi masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam acara makan siang bersama dengan sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/2), Presiden Prabowo menginstruksikan agar harga sembako lebih murah dari Ramadhan tahun lalu, bahkan beberapa komoditas harus dipastikan lebih murah daripada harga di Malaysia.

“Pak Presiden ingin harga sembako turun, harus lebih murah dari Ramadhan tahun lalu, dan beberapa komoditas harus lebih murah dari harga di Malaysia,” ujar Wakil Menteri Pertanian Sudaryono setelah acara makan siang tersebut.

Sebagai langkah konkret, Sudaryono menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian akan menggelar operasi pasar di sekitar 500 titik di berbagai daerah pada Senin (24/2). Operasi pasar ini diharapkan bisa diperluas menjadi 4.000 titik menjelang awal puasa.

“Operasi pasar akan mencakup komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, hingga daging, termasuk daging beku,” kata Sudaryono.

Wamentan optimistis dapat memenuhi target Presiden untuk menurunkan harga sembako menjelang Ramadhan, dengan menekankan bahwa para pelaku usaha boleh meraih keuntungan, namun dengan tetap menjaga keseimbangan agar tidak memberatkan masyarakat.

“Pengusaha boleh untung, tetapi untungnya jangan sampai jor-joran, yang penting masyarakat tidak dirugikan,” jelasnya.

Selain Wamentan, acara makan siang bersama Presiden juga dihadiri oleh beberapa pejabat penting, seperti Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. (rdr/ant)