BERITA

Kapolri Tanggapi Permintaan Maaf Band Sukatani: Kritik Diterima, Komitmen Polri Terus Berbenah

1
×

Kapolri Tanggapi Permintaan Maaf Band Sukatani: Kritik Diterima, Komitmen Polri Terus Berbenah

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit. (net)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit. (net)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan tanggapan terkait permintaan maaf yang disampaikan band Sukatani atas lagu mereka berjudul “Bayar Bayar Bayar”, yang memuat lirik yang dianggap menyindir oknum polisi.

Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak anti terhadap kritik dan menerima kritik dengan lapang dada sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan.

“Dalam menerima kritik, tentunya kami harus legawa dan yang penting ada perbaikan. Jika ada hal yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan, kami siap memberikan penjelasan,” kata Jenderal Listyo saat dihubungi awak media di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, kritik terhadap Polri justru menjadi pemantik bagi instansi untuk terus melakukan perbaikan demi menciptakan kepolisian yang lebih baik.

“Prinsipnya, Polri terus berbenah untuk melakukan perbaikan dengan memberikan hukuman kepada anggota yang melanggar dan memberikan penghargaan kepada anggota yang baik dan berprestasi,” ucapnya.

Kapolri menegaskan bahwa upaya perbaikan ini adalah komitmen Polri untuk terus mengevaluasi dan mengatasi kekurangan yang ada dalam institusi.

“Tentunya perbaikan ini adalah upaya yang terus kami lakukan,” tambahnya.

Mengenai permintaan maaf dari band Sukatani, Kapolri menganggap bahwa hal tersebut sebagai sebuah miskomunikasi yang kini telah diluruskan.

“Tidak ada masalah. Mungkin ada miss, tapi sudah diluruskan,” ungkapnya.

Band punk asal Purbalingga, Sukatani, melalui akun media sosial mereka menyampaikan permintaan maaf atas lagu mereka yang berjudul “Bayar Bayar Bayar”, yang dianggap menyindir oknum polisi. Dalam video permintaan maaf tersebut, dua personel band, Alectroguy dan Twister Angel, menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri dan Polri.

Lirik yang menjadi sorotan adalah: “Mau bikin SIM, bayar polisi, ketilang di jalan, bayar polisi”. Alectroguy, gitaris band tersebut, menjelaskan bahwa lagu itu diciptakan untuk mengkritik oknum polisi yang melanggar peraturan.

Lagu “Bayar Bayar Bayar” kini telah dicabut dari platform streaming Spotify, dan Alectroguy mengimbau para pengguna media sosial yang menggunakan lagu tersebut untuk segera menghapusnya.

“Dengan ini, kami mengimbau kepada semua pengguna platform media sosial yang telah memiliki lagu kami, agar menghapus dan menarik semua video yang menggunakan lagu tersebut, karena jika ada risiko di kemudian hari, itu bukan tanggung jawab kami,” ujarnya. (rdr/ant)