AGAM

Gunung Marapi Alami Peningkatan Aktivitas, Status Waspada Terus Diterapkan

0
×

Gunung Marapi Alami Peningkatan Aktivitas, Status Waspada Terus Diterapkan

Sebarkan artikel ini
Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada Rabu (19/2/2025). (Antara/HO-PGA Gunung Marapi)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Geologi, Kementerian ESDM, melaporkan bahwa aktivitas Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami peningkatan fluktuatif sepanjang periode 1-15 Februari 2025.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Rabu (19/2), menyatakan bahwa potensi letusan atau erupsi tetap ada dan dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk pelepasan tekanan (energi) yang terakumulasi.

“Adanya erupsi dan seringnya terjadi hembusan diharapkan dapat melepaskan akumulasi tekanan akibat pasokan fluida dari kedalaman,” ujar Muhammad Wafid.

Berdasarkan evaluasi data pemantauan, Badan Geologi mencatat adanya aktivitas erupsi meskipun secara visual tidak teramati. Aktivitas hembusan pun meningkat dengan tinggi asap yang lebih rendah, yakni maksimum 200 meter di atas puncak, dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya.

“Kegiatan erupsi menurun, sementara aktivitas hembusan meningkat,” tambahnya.

Dalam dua pekan terakhir, kegempaan di sekitar Gunung Marapi juga menunjukkan peningkatan. Gempa hembusan meningkat dari 93 menjadi 194 kali, sedangkan gempa erupsi menurun dari 11 menjadi hanya tiga kali. Selain itu, gempa vulkanik dangkal meningkat menjadi 42 kali, dan gempa vulkanik dalam tercatat sebanyak 37 kali. Gempa tektonik lokal juga mengalami kenaikan, dari 27 menjadi 40 kali.

Badan Geologi juga mencatat bahwa nilai dv/v (variasi kecepatan seismik) Gunung Marapi masih rendah, yang menunjukkan bahwa tekanan pada tubuh gunung api masih tinggi dan kondisi medium di sekitar gunung tidak stabil.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang menyeluruh, hingga 16 Februari 2025, tingkat aktivitas Gunung Marapi tetap berada pada Level II, atau status waspada. (rdr/ant)