PASAMAN BARAT

Pemkab Pasaman Barat Siapkan Cadangan Beras 41.404 Ton untuk Antisipasi Kelangkaan dan Bencana Alam

0
×

Pemkab Pasaman Barat Siapkan Cadangan Beras 41.404 Ton untuk Antisipasi Kelangkaan dan Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Salah satu tanaman padi milik masyarakat yang ada di Kabupaten Pasaman Barat. (ANTARA/Altas Maulana).

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menyiapkan cadangan beras sebanyak 41.404 ton di Perum Bulog sebagai langkah antisipasi untuk memastikan ketersediaan pangan apabila terjadi kelangkaan atau bencana alam di daerah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, mengatakan bahwa 14.404 ton dari cadangan tersebut telah disiapkan sejak beberapa waktu lalu dan hingga kini belum diambil. “Beras kita cadangkan beberapa waktu lalu dan belum ada yang diambil,” katanya di Simpang Empat, Rabu (19/2/2025).

Ekadiana menjelaskan bahwa cadangan beras ini akan diambil apabila terjadi kelangkaan atau bencana alam yang melanda Pasaman Barat. Dengan adanya cadangan ini, ia memastikan bahwa pasokan beras bagi warga Pasaman Barat tetap terjaga dan tidak akan mengalami kekurangan.

Ketersediaan beras hingga Ramadhan dan Idul Fitri 2025 dipastikan mencukupi. Saat ini, ketersediaan beras mencapai 7.649,16 ton dengan kebutuhan mencapai 3.681,21 ton. Pasaman Barat juga mencatatkan produksi lokal beras sebanyak 5.225 ton, ditambah dengan pasokan dari luar daerah seperti Lampung, Padang, Medan, dan Pasaman sebanyak 2.424,16 ton.

Selain beras, Pasaman Barat juga memiliki ketersediaan pangan lainnya yang mencukupi. Ketersediaan jagung mencapai 18.980 ton dengan kebutuhan hanya 23,75 ton, cabai rawit tersedia 298,64 ton, dan bawang putih sebanyak 98,75 ton. Sumber pasokan lainnya, seperti bawang merah dan daging sapi, juga tercatat dalam jumlah yang mencukupi, serta produk seperti gula pasir dan minyak goreng, yang masing-masing tersedia sebanyak 396,30 ton dan 778 ton.

Ekadiana menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, serta sebagai upaya mitigasi terhadap kemungkinan bencana alam. (rdr/ant)