PADANGARO, RADARSUMBAR.COM – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Solok Selatan, Sumatra Barat, mengungkapkan bahwa PT Supreme Energi Muara Laboh (PT SEML) memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah dengan total mencapai Rp29,5 miliar setiap tahunnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah BPKD Solok Selatan, Alfiandri Putra, menjelaskan dalam acara media gathering di Padang, Minggu, bahwa penerimaan daerah ini berasal dari bonus produksi dan dana bagi hasil (DBH).
PT SEML menyumbang rata-rata Rp7 miliar per tahun melalui bonus produksi, yang diperoleh dari 0,5 persen pendapatan bruto perusahaan, yang mencapai sekitar Rp1,4 triliun per tahun.
Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) dari pajak seperti PPh dan PBB-P5L juga berperan besar, dengan kontribusi sekitar Rp13 miliar per tahun. Penerimaan dari PNBP royalti dan Landrent masing-masing rata-rata menyumbang Rp9 miliar dan Rp500 juta per tahun.
Alfiandri menambahkan bahwa penerimaan daerah dari PT SEML bersifat fluktuatif, tergantung pada nilai tukar dolar AS saat pembayaran dilakukan. Secara keseluruhan, kontribusi PT SEML terhadap pendapatan daerah Solok Selatan memiliki rasio signifikan: 8,41 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), 40,42 persen dari DBH pajak, dan 40,40 persen dari DBH PNBP.
Namun, meskipun kontribusi PT SEML cukup besar, Solok Selatan masih bergantung pada transfer pusat untuk sekitar 90 persen dari anggaran pendapatannya.
Selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan pendapatan daerah Solok Selatan tercatat rata-rata hanya 0,28 persen, dengan penurunan tajam pada 2023 sebesar 5,05 persen, yang dipengaruhi oleh proses pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19. (rdr/ant)




