PADANG PARIAMAN

Populasi Kerbau di Padang Pariaman Terus Menurun, Pemotongan Tinggi saat Lebaran jadi Penyebab Utama

0
×

Populasi Kerbau di Padang Pariaman Terus Menurun, Pemotongan Tinggi saat Lebaran jadi Penyebab Utama

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar Zulkhailisman (tiga kanan) berfoto bersama saat mengunjungi kandang ternak di daerah itu. Antara/HO-Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mencatatkan penurunan signifikan dalam populasi kerbau setiap tahunnya. Pada 2007, populasi kerbau di daerah tersebut mencapai sekitar 17.800 ekor, namun pada 2024 angka tersebut hanya tinggal 11.277 ekor, dengan penurunan 156 ekor dari 2023.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, Zulkhailisman, menyebutkan penurunan ini disebabkan oleh faktor lambatnya reproduksi kerbau serta tingginya angka pemotongan saat Lebaran. “Pemotongan kerbau pada saat Lebaran sangat tinggi, sementara reproduksinya lambat,” katanya di Parik Malintang, Sabtu (15/2).

Beternak kerbau lebih menantang dibandingkan sapi, kata Zulkhailisman, karena masa bunting kerbau yang mencapai satu tahun, sementara tanda birahi sulit terlihat. Selain itu, peternak sering kesulitan mencari kerbau jantan untuk perkawinan alami. Untuk mengatasi masalah ini, pihak Dinas Peternakan mengerahkan 28 petugas inseminasi buatan (IB) yang siap melayani peternak di seluruh kecamatan.

Sementara itu, pada saat Lebaran, pasar tradisional dan pasar ternak dadakan di Padang Pariaman banyak menjual daging kerbau yang banyak diminati masyarakat karena teksturnya yang lebih disukai dibandingkan dengan daging sapi. (rdr/ant)