PADANG

Pemko Padang Tingkatkan Anggaran Pengelolaan Sampah jadi Rp91,5 Miliar di 2025

0
×

Pemko Padang Tingkatkan Anggaran Pengelolaan Sampah jadi Rp91,5 Miliar di 2025

Sebarkan artikel ini
Seorang warga memilah dan mengumpulkan tumpukan sampah di salah satu sudut pantai Kota Padang, Sumatera Barat. (Antara/Fandi Yogari)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengalokasikan anggaran sebesar Rp91,5 miliar pada 2025 untuk pengelolaan sampah, yang setiap harinya mencapai lebih dari 600 ton. Anggaran ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024, yang hanya sebesar Rp42,2 miliar.

Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree Algamar, menyatakan bahwa lonjakan anggaran tersebut mencerminkan komitmen Pemkot Padang dalam menangani permasalahan sampah yang sudah sangat mengkhawatirkan.

Selain dukungan dana, Pemko Padang juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, akademisi, hingga pemerintah pusat, untuk menciptakan manajemen sampah yang lebih efektif dan efisien.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mengubah sampah dari masalah menjadi sumber daya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Andree. Pemko Padang juga menyambut baik program Kemenkeu Peduli Sampah yang sejalan dengan upaya mencapai target zero waste pada 2050.

Saat ini, hampir 70 persen sampah di Kota Padang merupakan sampah organik, dengan 63 persennya berasal dari sisa makanan, 12,4 persen sampah plastik, dan sisanya dari jenis lainnya. Pemkot Padang menghadapi tantangan besar untuk mengelola sampah yang sebagian besar masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) daripada dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sumbar, Maria Doeni Isa, memastikan bahwa pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Refuse Derived Fuel (RDF) Kota Padang akan tetap dilanjutkan, meskipun ada efisiensi anggaran. Proses lelang yang diperkirakan mencapai Rp107 miliar masih dalam tahap menunggu.

Kajian dari Balai Prasarana Permukiman menyebutkan bahwa total produksi sampah di Kota Padang mencapai 440 ton per hari, dengan TPST RDF diharapkan dapat menangani sekitar 200 ton per hari. (rdr/ant)