PASAMAN BARAT

Pemkab Pasaman Barat Siapkan Rp56,4 Miliar untuk Tekan Angka Stunting di 2025

0
×

Pemkab Pasaman Barat Siapkan Rp56,4 Miliar untuk Tekan Angka Stunting di 2025

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi stunting. (Foto: Dok. Pixabay)
Ilustrasi stunting. (Foto: Dok. Pixabay)

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengalokasikan anggaran sebesar Rp56,4 miliar pada 2025 untuk menanggulangi angka stunting di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Pasaman Barat, Ikhwanri, menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan disalurkan melalui sejumlah dinas terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, serta Dinas Perumahan dan Pemukiman.

Ikhwanri mengatakan bahwa langkah yang diambil untuk menekan angka stunting melibatkan dua jenis intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. “Melalui Dinas Kesehatan, ibu hamil dan anak-anak akan diberikan makanan bergizi,” ujarnya.

Selain itu, intervensi sensitif dilakukan melalui penyediaan air minum layak, sanitasi yang memadai, rumah layak huni, sumber penerangan listrik, serta penggunaan gas untuk memasak. Kegiatan ini telah dimulai pada 2024 dan akan terus dilanjutkan pada 2025.

Intervensi spesifik juga dilakukan, mulai dari asupan gizi pada ibu hamil, saat kelahiran, bayi, hingga usia 1.000 hari kehidupan. Ikhwanri menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral, baik dengan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun TP-PKK, dalam upaya ini.

Melalui TP-PKK, berbagai program turut dilaksanakan, seperti pemberian obat tambah darah, pemeriksaan ibu hamil dan balita di posyandu, penyediaan sanitasi, bedah rumah layak huni, dan berbagai kegiatan lainnya. Selain itu, program ini juga melibatkan pendidikan pola asuh anak dan balita, peningkatan ekonomi keluarga, serta pengolahan makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, termasuk pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran.

Berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) pada Agustus 2024, angka stunting di Pasaman Barat tercatat sebesar 12,6 persen. Pemerintah daerah berharap dengan anggaran dan program-program tersebut, angka stunting dapat terus ditekan dalam beberapa tahun ke depan. (rdr/ant)