LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengingatkan petani keramba jaring apung di Danau Maninjau untuk menunda penebaran bibit ikan guna menghindari kematian massal akibat berkurangnya oksigen di danau vulkanik tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, menyampaikan peringatan ini pada Rabu (12/2). Ia meminta petani untuk menunda penebaran bibit ikan agar tidak terjadi kematian massal yang akan berdampak pada kerugian ekonomi.
“Untuk sementara, tunda penebaran bibit ikan agar tidak mati yang akan merugikan petani,” ujar Rosva. Ia juga meminta petani untuk segera memanen ikan yang sudah berukuran besar dan memindahkannya ke kolam air tenang untuk menjaga kelangsungan hidup ikan.
Perubahan kondisi cuaca yang dipicu angin kencang disertai hujan menyebabkan berkurangnya kadar oksigen di dalam danau, yang berisiko menimbulkan kematian ikan secara massal. Rosva menambahkan bahwa sudah ada sekitar 200-300 kilogram ikan yang mati di Nagari Maninjau, dengan sebagian ikan terlihat mengapung atau mengalami gejala pusing.
Menurutnya, total kematian ikan di Danau Maninjau pada Januari 2025 mencapai sekitar 75 ton dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp1,87 miliar, berdasarkan harga ikan di tingkat petani yang mencapai Rp25 ribu per kilogram.
Untuk mencegah kejadian serupa, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam sebelumnya telah mengeluarkan surat peringatan pada 21 November 2024 kepada wali nagari, camat, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kematian ikan akibat cuaca ekstrim.
“Kami sudah mengantisipasi hal ini dan memberikan surat ke wali nagari serta camat agar masyarakat lebih waspada,” kata Rosva. (rdr/ant)






