PARIAMAN

Laboratorium Kesehatan Masyarakat Pariaman Dijadwalkan Beroperasi Pertengahan 2025

0
×

Laboratorium Kesehatan Masyarakat Pariaman Dijadwalkan Beroperasi Pertengahan 2025

Sebarkan artikel ini
Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Pariaman, Sumatera Barat. ANTARA/Aadiaat M. S

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menargetkan pengoperasian Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) pada pertengahan 2025. Saat ini, laboratorium yang dibangun menggunakan dana alokasi khusus sekitar Rp15,3 miliar tersebut masih dalam tahap penyelesaian sarana dan prasarana.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rio Arisandi, mengatakan bahwa laboratorium ini diperkirakan mulai beroperasi pada bulan Juni atau Juli 2025. “Kami membutuhkan waktu untuk mempersiapkan sarana, prasarana, dan tenaga operasional yang memadai,” ujarnya di Pariaman, Selasa.

Laboratorium yang dibangun pada 2024 ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Pariaman. Sebelumnya, pemeriksaan penyakit hanya dapat dilakukan di laboratorium Puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah setempat. Kehadiran Labkesmas akan memungkinkan pemeriksaan yang lebih lengkap dan akurat.

“Laboratorium ini telah diserahterimakan, dan pemerintah pusat mengarahkan agar pengoperasiannya dilakukan enam bulan setelah serah terima,” tambah Rio.

Meskipun Rio belum mengetahui jumlah pasti Labkesmas di Sumbar, kehadiran fasilitas ini di Pariaman sangat diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit dengan lebih tepat.

Selain itu, laboratorium yang terletak di belakang Terminal Jati Pariaman ini juga diharapkan mempercantik kawasan yang sering dilalui masyarakat, khususnya bagi mereka yang akan berangkat ke berbagai daerah di Indonesia.

Dengan selesainya pembangunan, diharapkan Labkesmas ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan medis, tetapi juga mendukung berbagai program kesehatan pemerintah. Sebagian dana yang disediakan, sekitar Rp15,3 miliar dari total Rp15,6 miliar, digunakan untuk pembangunan gedung serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. (rdr/ant)