BERITA

Menteri Fadli Zon: Platform Digital Kunci Pelestarian dan Promosi Pantun ke Generasi Muda

0
×

Menteri Fadli Zon: Platform Digital Kunci Pelestarian dan Promosi Pantun ke Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Menbud Fadli Zon. (Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan bahwa platform digital dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mempromosikan pantun dan memperkenalkan puisi tradisional ini kepada generasi muda.

Dalam seminar internasional tentang pantun yang diikuti secara daring pada Senin (10/2), Fadli Zon menyebutkan bahwa era digital menawarkan berbagai platform yang dapat digunakan untuk mengenalkan pantun pada kaum muda, terutama melalui media sosial yang kini tak terbatas jangkauannya. “Platform media sosial dan aplikasi digital bisa menjadi sarana yang sangat efektif untuk mempromosikan pantun kepada generasi muda, yang sehari-harinya akrab dengan perangkat elektronik,” ujar Fadli.

Menteri Kebudayaan juga menambahkan bahwa teknologi digital dapat berperan penting dalam mendukung pendokumentasian dan pelestarian pantun. “Saat ini, digitalisasi warisan budaya telah berjalan dengan mengonversi budaya tradisional ke dalam bentuk e-book, podcast, augmented reality, dan arsip digital untuk mendokumentasikan pantun,” katanya.

Fadli Zon mengungkapkan, masih terdapat sekitar 10.000 pantun khas Minangkabau yang belum dibukukan atau didokumentasikan. Hal ini menunjukkan tantangan besar dalam mendokumentasikan tradisi lisan ini, baik dalam bentuk video naskah atau video lirik yang dapat disimpan dalam arsip digital.

Sebagai upaya pelestarian lebih lanjut, Menteri Kebudayaan mengimbau komunitas-komunitas budaya untuk aktif berpartisipasi dalam mendokumentasikan pantun. Ia juga mengajak mereka untuk mendukung inisiatif pelestarian pantun, salah satunya dengan mengadakan festival berbalas pantun sebagai cara memperkenalkan kembali tradisi ini kepada masyarakat luas.

Menurut Fadli Zon, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya akan memperkenalkan pantun ke kalangan muda, tetapi juga menjadi kunci untuk menjaga warisan budaya tersebut tetap hidup di era modern ini. (rdr/ant)