KESEHATAN

Program Cek Kesehatan Gratis Presiden Prabowo: Deteksi Dini untuk Pencegahan Penyakit bagi Semua Warga

0
×

Program Cek Kesehatan Gratis Presiden Prabowo: Deteksi Dini untuk Pencegahan Penyakit bagi Semua Warga

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan saat meninjau peluncuran program cek kesehatan gratis saat ulang tahun di Puskesmas Jatimulya Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk pencegahan penyakit melalui deteksi dini kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tenaga Ahli Kemenkes Bidang Integrasi Layanan Primer dan Promosi Kesehatan, Indah Suci Widyahening, menjelaskan bahwa program ini berbeda dengan layanan BPJS Kesehatan yang lebih fokus pada pengobatan. “BPJS Kesehatan itu untuk terapi, jadi kalau sudah sakit, pengobatan ditanggung oleh asuransi BPJS. Sedangkan CKG ini untuk deteksi dini, untuk pencegahan,” ujarnya di Puskesmas Jatimulya, Kabupaten Bekasi, Senin.

Program ini dirancang untuk memberikan layanan kesehatan yang disesuaikan dengan kelompok usia, mulai dari anak-anak di bawah enam tahun, usia sekolah, dewasa, hingga lanjut usia. Pemeriksaan untuk anak-anak mencakup tumbuh kembang, gangguan tiroid, enzim pemecah darah seperti G6PD, hingga pemeriksaan EKG untuk orang dewasa dan lansia. Selain itu, pemeriksaan laboratorium darah dan deteksi dini kanker juga termasuk dalam program ini.

Indah menyebutkan bahwa tujuan utama dari pemeriksaan dini ini adalah untuk mengidentifikasi gangguan kesehatan yang dapat dicegah sebelum berkembang menjadi penyakit serius.

Ia juga mengingatkan agar puskesmas mengatur antrean peserta dengan baik menggunakan aplikasi Satu Sehat, agar alur pemeriksaan berjalan lancar dan menghindari kepadatan.

Kepala UPTD Puskesmas Jatimulya, Ernida Sianturi, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan memerlukan waktu 25-45 menit, mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan selesai. Puskesmas Jatimulya dapat menampung hingga 30 orang peserta program per hari dari total 200-250 pasien umum yang dilayani.

Bagi peserta yang belum mendaftar secara online, Puskesmas juga siap membantu dengan pendaftaran offline langsung di lokasi. (rdr/ant)