PASAMAN

Antisipasi Kelangkaan Pangan dan Bencana Alam, Pemkab Pasaman Siapkan 61 Ton Cadangan Beras

0
×

Antisipasi Kelangkaan Pangan dan Bencana Alam, Pemkab Pasaman Siapkan 61 Ton Cadangan Beras

Sebarkan artikel ini
Bupati Pasaman, Sabar AS bersama jajaran saat memberikan bantuan pangan kepada korban banjir di Lubuk Sikaping beberapa waktu lalu.ANTARA/dok. Heri Sumarno

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, telah menyiapkan cadangan beras sebanyak 61,04 ton untuk mengantisipasi kelangkaan pangan dan bencana alam. Bupati Pasaman, Sabar AS, menyampaikan bahwa cadangan ini akan digunakan untuk masyarakat yang terdampak bencana atau menghadapi kesulitan pangan.

“Pemkab Pasaman berkomitmen untuk memastikan tidak ada kelangkaan pangan di daerah ini. Jika terjadi bencana alam, beras tersebut akan langsung disalurkan kepada korban,” jelas Sabar AS di Lubuk Sikaping, Minggu.

Selain itu, Pemkab Pasaman melalui Dinas Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi padi untuk mendukung Swasembada Pangan Nasional. Sabar AS memastikan stok pangan di daerah ini aman menjelang bulan Ramadhan, dengan sejumlah kecamatan memasuki masa panen raya padi, termasuk Kecamatan Rao, Rao Selatan, Padang Gelugur, Dua Koto, Panti, Lubuk Sikaping, dan Bonjol.

“Saat ini ketersediaan beras di Pasaman sebanyak 7.937 ton, dengan kebutuhan rata-rata per bulan mencapai 3.628 ton. Harga beras juga stabil di angka Rp16.000 per kilogram,” kata Sabar AS.

Kepala Bidang Pangan Dinas Perikanan dan Pangan Pasaman, Desirwan Indra, menambahkan bahwa cadangan beras 61,04 ton disimpan di Perum Bulog setempat dan akan digunakan jika terjadi bencana alam atau kelangkaan pangan. Meskipun demikian, Pasaman saat ini masih surplus padi.

Pemkab Pasaman menargetkan produksi padi mencapai 205.627 ton pada tahun 2025, dengan luas tanam padi seluas 42.839 hektare. Pada tahun 2024, Pasaman telah berhasil menanam padi seluas 32.777 hektare dengan produksi sebanyak 132.122 ton. (rdr/ant)