DHARMASRAYA

Diduga Intip Mahasiswi KKN Mandi, Wali Nagari Koto Beringin Dipaksa Mundur

1
×

Diduga Intip Mahasiswi KKN Mandi, Wali Nagari Koto Beringin Dipaksa Mundur

Sebarkan artikel ini
ilustrasi mengintip. (dok. istimewa)
ilustrasi mengintip. (dok. istimewa)

DHARMASRAYA, RADARSUMBAR.COM – Niniak mamak serta tokoh masyarakat Nagari Koto Beringin, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya mendesak Wali Nagari setempat untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Desakan itu muncul setelah dugaan perbuatan tak senonoh (asusila) yang dilakukan oleh oknum wali nagari mencuat ke publik.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, oknum ini diduga kuat telah melakukan tindakan yang mencoreng kehormatan nagari serta para niniak mamak.

Oknum wali nagari tersebut diduga mengintip 12 orang mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di nagari setempat.

Perbuatan tercela itu diduga terjadi saat para mahasiswi sedang mandi pada waktu Magrib. Mirisnya, aksi tak bermoral tersebut diduga telah dilakukan sebanyak dua kali.

“Kami semua ketakutan setelah kejadian itu. Selama dua malam kami terpaksa mengungsi dan sekarang sudah kembali ke mes lama.”

“Terima kasih kepada para niniak mamak dan Bhabinkamtibmas yang cepat bertindak. Namun, rasa trauma masih ada,” ujar F, Ketua Tim Mahasiswa UNP dilansir dari Rakyat Sumbar.

Menanggapi kejadian tersebut, seluruh petinggi nagari, mulai dari kepala jorong, Banmus, Bhabinkamtibmas, serta para niniak mamak, langsung menggelar rapat di salah satu rumah gadang setempat.

Dalam pertemuan yang berlangsung tegang, para niniak mamak secara tegas meminta agar wali nagari segera mundur dari jabatannya atau dipaksa untuk turun.

“Ini jelas telah mencoreng muka kami selaku niniak mamak. Masak seorang wali nagari melakukan hal seperti ini,” tegas Tuak Judin, salah seorang niniak mamak, Sabtu (1/2/2025) malam.

Kasus ini terungkap setelah tiga dari empat pelaku secara terang-terangan membahas aksi mereka di sebuah warung.

Tanpa mereka sadari, percakapan tersebut didengar langsung oleh seorang anggota kepolisian setempat, yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada tokoh-tokoh nagari.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan perilaku tak senonoh itu, oknum Wali Nagari berinisial S mengakui kesalahannya.

“Saya akui kita salah. Pada manusia saya minta maaf, pada Allah saya minta ampun,” ujarnya melalui telepon sambil tertawa.

Tragedi yang mencoreng kehormatan nagari ini juga berdampak pada mahasiswi KKN UNP. Mereka sempat dipindahkan ke rumah warga yang jauh dari kediaman wali nagari demi keamanan.

Namun, setelah adanya kesepakatan dan jaminan pengamanan, mahasiswi tersebut akhirnya kembali ke tempat semula.

Hingga berita ini diterbitkan, desakan dari niniak mamak dan tokoh masyarakat agar wali nagari mundur terus menguat. Masyarakat menilai, tindakan tegas perlu diambil demi menjaga marwah nagari Koto Beringin. (rdr)