MENTAWAI

Pemkab Mentawai Ajukan Izin Pemanfaatan 800 Hektare Lahan Kering untuk Swasembada Pangan

0
×

Pemkab Mentawai Ajukan Izin Pemanfaatan 800 Hektare Lahan Kering untuk Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hatisama Hura. (ANTARA/Pemkab Mentawai)

TUAPEJAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, mengajukan izin pemanfaatan 800 hektare lahan kering untuk penanaman padi gogo dan jagung guna meningkatkan produksi pertanian di daerah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hatisama Hura, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

“Pemanfaatan lahan kering sekitar 800 hektare ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai swasembada pangan,” katanya di Mentawai, Senin.

Hatisama menyebutkan bahwa kondisi geografis Mentawai yang terdiri dari banyak pulau menghadirkan tantangan tersendiri dalam sektor pertanian, sehingga pertanian lahan kering dipilih sebagai alternatif yang dapat dikembangkan secara optimal.

“Sektor pertanian di daerah ini memang memiliki tantangan besar, namun dengan memanfaatkan lahan kering secara optimal, diharapkan hasil pertanian akan meningkat,” ujar Hatisama.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Kepulauan Mentawai tengah mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat agar program ini dapat direalisasikan secara maksimal.

Saat ini, Pemkab Mentawai sudah memulai penanaman jagung dan padi gogo di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pagai Selatan dan Sikakap. Di Kecamatan Pagai Selatan, ditargetkan 125 hektare untuk padi gogo dan 67 hektare untuk jagung. Sementara di Kecamatan Sikakap, targetnya adalah 160 hektare untuk padi gogo dan 51 hektare untuk jagung.

Selain itu, pemkab juga memberikan pendampingan kepada petani melalui pelatihan, penyediaan bibit unggul, serta penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik lahan di daerah tersebut.

“Dengan tambahan 800 hektare lagi, diharapkan produktivitas pertanian semakin meningkat, sehingga masyarakat bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” tutup Hatisama. (rdr/ant)