Oleh:
Labai Korok
Proses pelantikan Kepala Daerah awalnya direncanakan tanggal 6 Februari 2025, namun untuk efisien negara dilakukanlah pengunduran sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakini sikap publik demi kepentingan rakyat dipastikan setuju dengan langkah efisiensi itu.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto meminta pelantikan kepala daerah yang semestinya digelar pada 6 Februari 2025 diundur demi efisiensi.
Pasalnya, ada potensi pelantikan kepala daerah yang tidak disengketakan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dapat disatukan dengan kepala daerah yang berperkara di MK tetapi terhenti pada putusan dismissal.
Namun Tito menyebutkan, MK sudah menjadwalkan sidang pengucapan putusan dismissal pada 4-5 Februari 2025, hanya berselang 1-2 hari sebelum jadwal pelantikan kepala daerah yang disepakati sebelumnya.
“Kalau memang jaraknya enggak terlalu jauh, untuk efisiensi sebaiknya satukan saja antara yang non-sengketa dengan yang dismissal. Kalau jumlahnya diperkirakan ya sebagian (dari perkara) mungkin ya, dari situ. Itu untuk efisiensi,” kata Tito di Kantor Kemendagri, Jumat (31/1/2025) lalu.
Meski begitu, Tito membuka peluang pelantikan kepala daerah tersebut bisa digelar pada pertengahan bulan ini yakni antara tanggal 18, 19 atau 20 Februari 2025.
“Jadi Presiden yang menentukan jadwalnya. Dan saya menyampaikan exercise-nya. Ya kira-kira 18, 19, 20 [Februari], kira-kira gitu. Dan kemudian tanggal yang dipilih beliau yang mana, ya nanti saya masih menunggu,” kata Tito lagi.
Penulis setuju dengan keputusan Presiden Prabowo tersebut, demi efisiensi kita perlu sikap tegas dan sikap berhitung dalam membantu rakyat. Apalagi negara dalam kondisi banyak utang, pendapatan negara menurun dan lainnya, tentu sikap efisiensi kinerja perlu dilakukan.
Harapan tentu Pemerintah Daerah di Sumatera Barat perlu juga melakukan efesien dengan cara mengurangi acara seremonial, mengurangi iven-iven, perayaan yang menghabiskan anggaran Pemerintah Daerah yang sudah sangat terbatas.
Lakukan-langkah konkret, langkah efesiensi kinerja demi membantu masyarakat yang hari ini dalam kondisi kesusahan, mari sama lakukan efesiensi disegala bidang demi Sumbar Madani. (*)






