BOLA, RADARSUMBAR.COM – Semen Padang FC (SPFC) akan melakoni laga pekan ke-21 BRI Liga 1 2024/25 menghadapi Malut United di Stadion Haji Agus Salim Padang, Minggu (2/2/2025).
Ada yang berbeda, tim Kabau Sirah akan mengenakan jersey kuning, bukan merah seperti yang biasa digunakan saat bermain di kandang.
Jersey kuning yang dikenakan dalam laga ini diharapkan menjadi pembeda dan pematah tren kekalahan ketika bermain di kandang sepanjang gelaran BRI Liga 1 msuim ini.
Coach Eduardo Almeida menaruh harapan besar bahwa warna kebanggaan tim ini bisa membawa keberuntungan dan mendorong timnya meraih tiga poin.
Selain itu, coach Almeida juga telah melakukan berbagai persiapan dan siap menghadapi pertandingan penting besok. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa timnya menargetkan kemenangan.
Namun, pelatih asal Portugal ini harus menghadapi tantangan dengan absennya dua pemain kuncinya yakni, Firman Juliansyah dan Frendi Saputra, yang terkena kartu merah.
Selain itu, Marco Baixinho juga mengalami cedera, sehingga tidak bisa diturunkan. Ditambah, Muhammad Iqbal yang juga mengalami cedera pada bagian wajah saat lawan melawan PSS Sleman lalu.
Sebagai gantinya, Gala Pagamo kemungkinan besar akan dimainkan untuk mengisi regulasi pemain muda meskipun tim Kabau Sirah juga sudah menyiapkan Dewa, Zulkifli dan Gilang Anugrah Esa.
“Saya harap jersey kuning bisa menjadi pembeda dalam pertandingan nanti,” ujar Almeida, menunjukkan harapannya agar tim tetap tampil maksimal meski mengalami kendala pemain.
Selain soal strategi dan kesiapan tim, pelatih Semen Padang FC juga menyoroti pentingnya dukungan moral bagi para pemain, khususnya dari suporter.
Dia menyadari bahwa dalam sepak bola, setiap individu memiliki perasaan dan tidak semua pemain bisa menanggapi chant-chant buruk yang diarahkan kepada mereka.
“Kita manusia, kita punya perasaan. Saat sedang bermain, kita harus berusaha dengan baik. Tidak semua pemain bisa menerima chant negatif terhadap dirinya,” jelasnya.
Dia pun menyoroti dampak negatif terhadap mental pemain muda yang mendapat ejekan setelah melakukan kesalahan, terutama dalam passing.
Sementara itu, Dodi Alekvan Djin juga menegaskan bahwa kondisi tim dalam keadaan siap tempur, terlebih usai meraih kemenangan telak di kandang PSS Sleman.
Menurutnya, kemenangan atas PSS Sleman menjadi modal berharga untuk melanjutkan tren positif dalam pertandingan berikutnya.
“Tak ada masalah dari pemain. Kita siap. Mungkin kemenangan melawan Sleman berlanjut,” ujarnya optimistis.
Dodi juga memberikan pesan khusus kepada suporter, meminta mereka untuk menghindari teriakan-teriakan buruk yang dapat mengganggu mental pemain.
“Kami butuh support, bukan ejekan. Tolong hindari teriakan buruk tersebut,” tegasnya.
Dengan persiapan yang matang dan semangat tim yang tinggi, pertandingan besok diharapkan menjadi momen penting bagi tim Kabau Sirah untuk meraih kemenangan dan menjaga momentum positif di kompetisi. (rdr)




