PASAMAN

Jaga Keutuhan NKRI, Kejari Pasaman Terus Pantau Aliran Kepercayaan

0
×

Jaga Keutuhan NKRI, Kejari Pasaman Terus Pantau Aliran Kepercayaan

Sebarkan artikel ini
Rapat koordinasi tim PAKEM di Kejaksaan Negeri Pasaman beberapa waktu lalu.ANTARA-HO-Kejari Pasaman.

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasaman terus melakukan Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) untuk menjaga keutuhan NKRI di daerah tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Sobeng Suradal, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap aliran kepercayaan dan aliran keagamaan merupakan tanggung jawab bersama agar tidak menimbulkan potensi konflik di tengah masyarakat. “Dalam rangka deteksi dini untuk mengantisipasi munculnya aliran kepercayaan dan keagamaan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, Kejaksaan bersama stakeholder terkait akan terus menjaga ketertiban masyarakat,” ujar Sobeng Suradal di Lubuk Sikaping, Kamis (30/1).

Ia menambahkan bahwa program PAKEM bertujuan untuk mempromosikan toleransi dan kerukunan beragama. “Pengawasan terhadap aliran kepercayaan dan aliran keagamaan bukan hanya tugas Kejaksaan, tetapi juga tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk TNI-Polri, Pemda, MUI, Kemenag, ulama, serta stakeholder lainnya,” tambah Sobeng. Tujuannya adalah agar potensi aliran yang menyimpang dari ajaran agama tidak berkembang di Kabupaten Pasaman.

Sobeng berharap, dengan terjalinnya koordinasi yang baik antara semua pihak, situasi di Kabupaten Pasaman akan tetap kondusif, aman, nyaman, serta damai, khususnya dalam menjalankan ibadah. “Kami juga telah mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dengan MUI, Pemkab Pasaman, Kemenag, FKUB, TNI-Polri, dan pihak terkait lainnya yang tergabung dalam Tim Koordinasi PAKEM untuk sama-sama melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aliran kepercayaan di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan potensi aliran kepercayaan yang dapat menimbulkan konflik. “Kami akan tampung semua laporan yang ada. Alhamdulillah, sejauh ini, aktivitas keagamaan di Pasaman tetap kondusif dan aman,” kata Sobeng.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman, Nasbin Panyahatan, menegaskan bahwa hingga saat ini, aktivitas keagamaan antar umat beragama berjalan dengan baik dan saling berdampingan. “Kami bersama Tim PAKEM akan terus melakukan pemantauan. Sejauh ini, rasa toleransi antar umat beragama di Pasaman berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik. Kami akan terus menjaga agar daerah ini tetap kondusif dan nyaman,” ungkap Nasbin. (rdr/ant)