JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, mendesak Amerika Serikat untuk melindungi hak-hak rakyat Palestina dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Selasa (29/1). Panggilan tersebut dilakukan setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyerukan “pembersihan” Gaza dan relokasi jutaan warga Palestina ke Yordania atau Mesir.
Dalam percakapannya, Abdelatty menekankan pentingnya memastikan hak-hak rakyat Palestina, terutama hak mereka untuk menetap di tanah air mereka sendiri dan menentang segala upaya untuk merelokasi mereka ke tempat lain.
Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Mesir, Abdelatty juga menyoroti pentingnya “menghargai keteguhan rakyat Palestina dan hak mereka untuk menentukan nasib mereka sendiri.”
Selain membahas situasi di Gaza, kedua diplomat juga membahas hubungan strategis antara Mesir dan AS serta implementasi kesepakatan gencatan senjata yang baru-baru ini tercapai di Gaza.
Mesir dan Yordania secara tegas menolak segala usulan yang bertujuan mengusir atau merelokasi warga Palestina dari tanah air mereka, sebuah pandangan yang semakin menguat setelah gencatan senjata yang tercapai pada 19 Januari 2025. Gencatan senjata ini menghentikan sementara perang genosida yang dilakukan oleh Israel sejak 7 Oktober 2023.
Perang tersebut telah menyebabkan lebih dari 47.300 korban jiwa di pihak Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, serta lebih dari 111.000 lainnya terluka. (rdr/ant/anadolu)






