SUMBAR

Bappeda Sumbar Usulkan Program Strategis di RKPD 2026

0
×

Bappeda Sumbar Usulkan Program Strategis di RKPD 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi. (ANTARA/Miko Elfisha)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat (Sumbar) mengungkapkan sejumlah program strategis yang akan dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 untuk mempercepat pembangunan provinsi tersebut.

Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, menyampaikan bahwa ada beberapa program prioritas yang akan diimplementasikan di Sumbar. “Ada beberapa program strategis dan prioritas yang kita usulkan dan akan diimplementasikan,” kata Medi di Padang, Selasa.

Pertama, Pemerintah Provinsi Sumbar akan fokus pada pengelolaan dan pengembangan sektor pertanian, yang menjadi unggulan utama dengan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai 22 persen.

Kedua, Bappeda Sumbar berencana untuk mengintegrasikan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan industri skala kecil ke dalam hilirisasi sektor pertanian. Salah satu upayanya adalah mendorong UMKM untuk berperan dalam program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat. “Kami ingin UMKM di Sumbar dapat memasok berbagai kebutuhan makan bergizi gratis yang berhubungan dengan sektor pertanian,” ujarnya.

Selain itu, dalam RKPD 2026, Bappeda Sumbar menargetkan agar UMKM dapat berorientasi pada ekspor, dengan komoditas seperti bumbu rendang dan produk turunan gambir yang memiliki potensi pasar internasional. Sektor pariwisata juga menjadi program prioritas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Medi Iswandi menambahkan, dalam pengembangan pariwisata, Sumbar akan fokus pada konsep community-based tourism (CBT) yang melibatkan masyarakat lokal. Konsep ini berbeda dengan model pariwisata industri besar dan mewah yang hanya menguntungkan sebagian pihak. “Kami ingin ke depan wisata di Sumbar lebih banyak dikelola oleh desa wisata atau kelompok sadar wisata,” ungkap Medi.

Di sisi lain, pakar ekonomi dari Universitas Andalas (Unand), Prof Elfindri, memberikan beberapa rekomendasi untuk mendukung pencapaian target pembangunan di Ranah Minang. Di sektor pendidikan, ia mendorong pengembangan akses pendidikan di daerah terpencil, peningkatan kualitas guru, dan pengembangan sekolah berbasis budaya lokal.

Untuk sektor kesehatan, Elfindri merekomendasikan program gizi bagi balita, penguatan layanan puskesmas, serta kampanye hidup bersih untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Selain itu, ia juga menyarankan optimalisasi potensi nagari melalui teknologi tepat guna, pengembangan agroindustri, serta pemberdayaan berbasis masjid atau rumah ibadah. (rdr/ant)