PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menjadikan Universitas Andalas (Unand) sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam manajemen penanganan kebencanaan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Rektor Unand, Efa Yonnedi, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penanganan kebencanaan di wilayah Sumbar. “Bersama BNPB, Unand menjalin kemitraan untuk menjadikan kampus ini sebagai center of excellence dalam manajemen kebencanaan,” ujar Efa di Padang, Minggu (26/1/2025).
Kerja sama tersebut mencakup beberapa inisiatif penting, termasuk dukungan BNPB dalam pendirian Program Magister Manajemen Bencana di Unand. BNPB akan mengirimkan sejumlah staf untuk mengajar sebagai praktisi di program tersebut, serta memberikan masukan terkait kurikulum yang berfokus pada manajemen penanganan kebencanaan.
Selain itu, Unand juga mengadakan kerja sama tripartit dengan Pemerintah Australia dan BNPB untuk mengembangkan sistem manajemen kebencanaan di Sumbar. Kerja sama ini dianggap sangat penting mengingat Indonesia, khususnya Provinsi Sumbar, berada di kawasan “ring of fire” atau cincin api pasifik, yang rawan terhadap bencana alam.
“Melalui kerja sama ini, diharapkan akan ada edukasi kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana alam, termasuk ancaman megathrust,” tambah Efa.
Selain itu, Unand juga merencanakan menjadikan Rumah Sakit Unand sebagai rumah sakit bencana dalam situasi darurat. “Jika terjadi bencana alam berskala besar, evakuasi dapat dilakukan di Rumah Sakit Unand, karena kami juga sudah dilengkapi dengan tempat pendaratan helikopter,” jelas Efa, yang sebelumnya menjadi Konsultan Bank Dunia. (rdr/ant)






