BERITA

Dampak Positif dan Negatif Permainan ‘Koin Jagat’: Psikolog Ungkap Risiko Stres dan Perusakan Fasilitas Umum

0
×

Dampak Positif dan Negatif Permainan ‘Koin Jagat’: Psikolog Ungkap Risiko Stres dan Perusakan Fasilitas Umum

Sebarkan artikel ini
Para warga Bandung saat mencari koin harta karun yang tersebar di Taman Maluku, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/1/2025). (ANTARA/Rubby Jovan)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Fenomena viral permainan berburu harta karun “Koin Jagat” ternyata bisa menimbulkan stres, baik dalam bentuk stres positif maupun negatif, bagi para pemainnya. Psikolog Klinis dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI), Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa permainan ini memicu dua jenis stres yang berbeda.

“Perburuan koin ini menciptakan stres, baik itu stres positif (eustress) yang membuat pemain lebih semangat untuk mencari, ataupun stres negatif (distress) yang menyebabkan mereka terfokus hanya pada pencarian koin dan meninggalkan tugas lain,” ungkap Anna, yang akrab disapa Nina, dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Kamis (16/1).

Nina mengungkapkan bahwa dampak permainan ini tidak hanya berdampak pada mental pemain, tetapi juga pada tingkah laku mereka. Pemain mungkin menjadi kurang fokus atau bahkan mengabaikan kewajibannya karena terobsesi dengan pencarian koin.

Namun, tidak hanya dampak negatif, permainan ini juga memberikan dampak positif bagi sebagian pemain. Menurut Nina, berburu koin dapat merangsang kreativitas dan ketangguhan. “Pemain menjadi lebih kreatif mencari cara untuk menemukan koin dan menguji ketangguhan mereka ketika usaha pertama tidak membuahkan hasil,” ujarnya. Selain itu, perburuan koin ini juga menciptakan harapan bagi pemain, yang merasa bahwa hidup mereka menjadi lebih bermakna saat mencari sesuatu yang dapat memberi mereka hadiah.

Namun, Nina juga menyoroti dampak negatif dari fenomena ini, terutama terkait dengan kerusakan fasilitas umum. “Banyak pemain yang tidak membaca peringatan di aplikasi, seperti bahwa koin tidak akan ditemukan di tempat terlarang atau tidak boleh merusak fasilitas,” katanya. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi dan kesadaran bagi pemain agar tidak merusak fasilitas umum demi keuntungan pribadi.

Dampak negatif lainnya adalah kecenderungan pemain untuk menjadi emosional dan egois. Beberapa pemain bahkan tidak menghargai fasilitas umum dan hanya fokus pada apa yang dapat menguntungkan diri mereka. “Ada juga yang menjadi marah dan emosional ketika gagal menemukan koin, tanpa memperhatikan dampaknya,” lanjut Nina.

Selain itu, permainan ini berpotensi menyebabkan konflik antar pemain yang bersaing untuk menemukan koin. Oleh karena itu, Nina berharap aplikasi tersebut dapat bekerja sama dengan pemerintah dan pihak keamanan untuk mencegah kerusakan fasilitas dan pertengkaran antar pemain.

“Pihak keamanan dan pemerintah harus tegas menanggapi jika terjadi perusakan atau pertengkaran. Kerja sama ini penting untuk mencegah potensi konflik dan memastikan permainan ini berjalan dengan aman dan terkontrol,” tuturnya.

Permainan “Koin Jagat” sendiri merupakan bagian dari aplikasi Jagat, yang menawarkan kesempatan bagi para pemain untuk berburu koin dan menukarnya dengan hadiah uang tunai. Fenomena ini pertama kali populer di Jakarta pada Desember 2024, dan terus menarik perhatian masyarakat luas. (rdr/ant)