BERITA

Bunga Rafflesia Arnoldii Ditemukan Mekar di Halaman Rumah Warga di Agam

5
×

Bunga Rafflesia Arnoldii Ditemukan Mekar di Halaman Rumah Warga di Agam

Sebarkan artikel ini
Wisatawan mancanegara berfoto dekat bunga rafflesia. (ANTARA/HO)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Bunga rafflesia jenis arnoldii kembali mekar sempurna pada hari ke dua di halaman rumah warga Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Pegiat Wisata Palupuh, Joni Hartono di Lubukbasung, Jumat (1/7/2022), mengatakan bunga rafflesia itu mekar di halaman depan rumah orang tuannya.

“Bunga ini mulai mekar semenjak Kamis (30/6/2022) dan diperkirakan pada 5 Juli 2022 akan layu,” katanya.

Ia menambahkan, selama Januari sampai Juni 2022 sudah empat bunga rafflesia mekar di halaman rumah orang tuanya.

Baca Juga  Gerindra Sumbar kembali Gelar Vaksinasi Covid-19, Andre Rosiade: Bisa untuk Dosis Pertama dan Kedua

Sedangkan jumlah knop atau bonggol bunga langka dan dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistimnya itu masih ada sekitar 20 buah.

“Diperkirakan beberapa bulan ke depan masih ada bunga itu mekar. Bunga itu dibudidaya semenjak 2000 dengan mengambil dan menanam inang di halaman rumahnya,” katanya.

Selain di halaman rumah, tambahnya, bunga itu juga ada yang mekar di sekitar hutan dekat Cagar Alam Batang Palupuh.

Lokasi tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari bunga yang mekar di halaman rumah orang tuannya.

Baca Juga  Enam Orang Meninggal Akibat Gempa di Pasaman Barat, Ribuan Jiwa Mengungsi

Keberadaan bunga mekar itu telah disampaikan ke sejumlah travel, hotel dan lainnya.

Dengan kondisi itu, sudah ada enam orang wisatawan mancanegara dari Prancis, Jepang dan lainnya ke lokasi bunga pada Rabu (28/6) dan pada Jumat (1/7/2022) pagi ada wisatawan dari Inggris ke lokasi.

“Kalau jumlah tamu mengunjungi tidak menentu, kadang banyak dan kadang kurang. Seluruh wisatawan itu saya bawa ke rafflesia yang hidup di hutan, kecuali tidak ada di hutan, baru dibawa ke halaman rumah,” katanya. (rdr/ant)