BATUSANGKAR, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan sabo dam di kawasan Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat akan melibatkan tenaga kerja lokal agar memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
“Proses pembangunan sabo dam ini senantiasa menggunakan material dan tenaga kerja setempat,” kata Dody di Tanah Datar, Selasa.
Menurut dia, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta setiap proyek pembangunan pemerintah turut melibatkan masyarakat setempat.
Ia menegaskan masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proyek pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
“Jadi kami berharap masyarakat dapat turut terlibat dalam proses pembangunan sabo dam tersebut,” ujarnya.
Secara umum, dalam rencana induk terdapat 56 unit sabo dam yang akan dibangun di 24 aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi. Pembangunan tersebut ditujukan sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat dari risiko bencana, khususnya banjir lahar.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan pembangunan sabo dam tersebut telah lama dinantikan masyarakat, terutama sejak terjadinya bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi sekitar dua tahun lalu.
Menurut Eka, pemerintah daerah sebelumnya telah mengusulkan pembangunan lebih dari 30 unit sabo dam. Dari jumlah tersebut, pemerintah pusat telah merealisasikan lima unit.
“Hari ini telah direalisasikan lima sabo dam, termasuk tiga unit di Batang Malana dengan dua di antaranya dilengkapi jembatan,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan sabo dam di sejumlah aliran sungai lainnya, antara lain Batang Malalo, Batang Baiang, Lembang, Batang Muaro Ampuah, Batang Muaro Samuik, Batang Sumpur, Batang Limo Kambing, Batang Sungai Rayo, Batang Sungai Kincia, serta Batang Muaro Ambius. (rdr/ant)





