BERITA

Dibuka kembali 1 April 2026, TNGR Pastikan Pendakian Rinjani Aman, Nyaman, dan Berkelanjutan

5
×

Dibuka kembali 1 April 2026, TNGR Pastikan Pendakian Rinjani Aman, Nyaman, dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gunung Rinjani. (Foto: Ist)

MATARAM, RADARSUMBAR.COM – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyatakan pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan dibuka kembali mulai 1 April 2026 setelah sebelumnya ditutup untuk peningkatan ekosistem kawasan pada musim hujan.

Kepala Balai TNGR NTB, Budhy Kurniawan, mengatakan pembukaan jalur pendakian akan ditandai melalui kegiatan Ajang Rinjani Begawe 2026 pada 28 Maret 2026 di Teras Udayana, Kota Mataram.

“Kegiatan ini menjadi penanda resmi pembukaan jalur pendakian sekaligus peluncuran program strategis berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Selasa.

Agenda utama dalam kegiatan tersebut mencakup program Rinjani 7, Kalender Event Rinjani, Putri Rinjani, deklarasi kerja sama dengan Universitas Mataram, serta penyerahan SK persetujuan penggunaan air non-komersial. Budhy menegaskan, kegiatan ini menjadi wujud sinergi pengembangan ekowisata berkelanjutan dan memastikan pendakian yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Bawaslu Padang Perkuat Peran Gakkumdu dalam Pemilu

Selama penutupan, Balai TNGR melakukan survei jalur pendakian untuk meningkatkan sarana dan prasarana. Jalur yang disurvei meliputi Aik Berik, Timbanuh, Tetebatu, Sembalun, Torean, dan Senaru. Survei mencakup penentuan titik pembangunan shelter, pemasangan railing, penataan jalur, hingga pemetaan sumber mata air, khususnya di Plawangan Sembalun.

“Hasil survei menjadi pedoman utama untuk peningkatan sarana dan prasarana pendakian, memastikan jalur aman, nyaman, tertata, dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan,” kata Budhy.

Setiap temuan di lapangan, mulai dari kondisi jalur, titik rawan, kebutuhan fasilitas keselamatan, hingga aspek kenyamanan pendaki, dicatat dan dianalisis secara menyeluruh. Data ini menjadi dasar prioritas perbaikan dan pengembangan fasilitas, sehingga pengelolaan jalur pendakian berbasis data riil dan tidak berdasarkan asumsi.

Baca Juga  Kapolri akan Sanksi Jajaran Polda yang Belum Menindak Premanisme

“Harapannya, seluruh jalur dapat terus ditingkatkan kualitasnya, memberikan pengalaman pendakian lebih baik tanpa mengesampingkan aspek konservasi,” ujar Budhy. (rdr/ant)