BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias, mengimbau warganya untuk menunda keberangkatan ibadah umrah menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah.
“Saya minta warga Bukittinggi yang sudah mendaftar umrah untuk membatalkan atau menunda keberangkatan dalam waktu dekat. Kondisi saat ini sangat berisiko,” kata Ramlan, Minggu (1/3) malam.
Imbauan tersebut disampaikan saat Safari Ramadhan di Masjid Tablighiyah Garegeh yang dihadiri ratusan jamaah tarawih.
Menurut Ramlan, pemerintah daerah juga menerima informasi terkait penutupan wilayah udara di sejumlah negara kawasan serta gangguan operasional maskapai penerbangan.
“Kami mendapatkan informasi adanya penutupan wilayah udara serta operasional maskapai penerbangan. Situasi ini tentu berdampak pada keselamatan dan kelancaran perjalanan,” ujarnya.
Ia menilai ketidakpastian kondisi keamanan di Timur Tengah meningkatkan risiko bagi warga negara Indonesia, khususnya warga Bukittinggi yang akan berangkat umrah.
Ramlan menambahkan, pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait jadwal keberangkatan umrah, dan berharap situasi segera kondusif agar tidak berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji mendatang.
“Saya juga mengkhawatirkan jadwal ibadah haji ikut terganggu,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah RI turut mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan yang dinilai semakin dinamis.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan imbauan tersebut merupakan langkah kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan jamaah.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta. (rdr/ant)





