INTERNASIONALBERITA

Situasi Memanas di Timur Tengah, Etihad Hentikan Penerbangan Sementara

11
×

Situasi Memanas di Timur Tengah, Etihad Hentikan Penerbangan Sementara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Maskapai Etihad Airways. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Etihad Airways mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), menyusul penutupan wilayah udara regional akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Penghentian operasional tersebut berlaku hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 02.00 waktu UEA untuk seluruh penerbangan terjadwal dari dan menuju Bandara Internasional Abu Dhabi, berdasarkan informasi yang diterima di Abu Dhabi, Minggu.

Sebelumnya, maskapai milik pemerintah Abu Dhabi itu telah lebih dulu mengumumkan penangguhan penerbangan dari Bandara Internasional Zayed hingga Minggu pukul 14.00 waktu setempat.

Etihad mengimbau seluruh penumpang yang terdampak untuk terus memantau pembaruan resmi serta mengikuti prosedur penjadwalan ulang atau pengajuan pengembalian dana (refund). Maskapai juga menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memulihkan operasional secepat mungkin.

Baca Juga  Gempa Myanmar, Kemlu Belum Dapat Kabar WNI yang Jadi Korban

“Keselamatan penumpang dan staf merupakan prioritas utama kami,” demikian pernyataan Etihad, seraya menambahkan bahwa operasional normal akan kembali berjalan setelah kondisi dinyatakan aman dan kondusif.

Penghentian massal penerbangan ini berdampak langsung pada sektor perjalanan dan pariwisata, khususnya bagi wisatawan yang berencana menuju UEA dan kawasan Timur Tengah. Abu Dhabi selama ini menjadi salah satu hub penerbangan internasional utama, termasuk sebagai pintu masuk menuju Dubai, Sharjah, dan berbagai destinasi regional lainnya.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi menyatakan telah menerima laporan dari sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak pembatalan penerbangan tersebut.

Beberapa jamaah umrah yang tengah transit dari Jeddah menuju Abu Dhabi dilaporkan batal melanjutkan penerbangan pulang ke Indonesia akibat penutupan wilayah udara yang membuat pesawat komersial tidak dapat beroperasi.

Baca Juga  Parkir Liar di Jalan Khatib Sulaiman Ditertibkan Satpol PP Padang

Sebagian besar WNI yang terdampak telah didata oleh KBRI dan diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

Sementara itu, situasi keamanan di Abu Dhabi sempat memicu peringatan darurat. Pada pukul 13.30 waktu setempat, sistem National Emergency Alert mengirimkan notifikasi ke ponsel warga yang menyatakan kondisi aman dan normal.

Namun, sekitar pukul 15.40 waktu setempat, peringatan darurat kembali disampaikan terkait potensi ancaman rudal. Warga diminta mencari tempat aman, menjauhi jendela dan area terbuka, serta menunggu informasi lanjutan dari otoritas. (rdr/ant)