AMMAN, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto dan Raja Yordania, Abdullah II, memfokuskan pembahasan pada isu Palestina, khususnya situasi di Gaza dan Tepi Barat, dalam pertemuan bilateral di Istana Basman, Amman, Rabu (24/2/2026).
Agenda tersebut menjadi rangkaian utama kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo di Yordania pada 24–25 Februari 2026.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya kekerasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat. Ia menilai eskalasi tersebut berpotensi menghambat berbagai upaya perdamaian yang tengah diupayakan di Gaza.
“Kami sangat khawatir terhadap insiden-insiden yang terjadi di Tepi Barat. Kami merasa insiden itu dapat menghambat keberhasilan apa pun upaya yang tengah kita sama-sama coba lakukan di Gaza,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan, Pemerintah Indonesia siap memperkuat kerja sama dengan Yordania guna mengantisipasi dan menghadapi berbagai perkembangan situasi di Palestina.
“Kami ingin memperkuat dan meningkatkan kerja sama ini. Tim kami akan bekerja erat dengan tim Yang Mulia untuk mengantisipasi segala situasi,” katanya.
Sementara itu, Raja Abdullah II mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ia menyebut komitmen Indonesia sebagai sikap penting dalam mendorong terciptanya perdamaian.
“Komitmen Bapak Presiden untuk melindungi rakyat Palestina sangat penting bagi kami,” ujar Raja Abdullah II.
Pertemuan bilateral tersebut menjadi agenda kenegaraan terakhir Presiden Prabowo di Istana Basman pada hari itu, setelah sebelumnya kedua pemimpin menggelar pertemuan empat mata.
Dalam pertemuan bilateral, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara Raja Abdullah II turut didampingi Putra Mahkota Hussein bin Abdullah dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi. (rdr/ant)







