NASIONAL

DJKA Siagakan Personel di Jalur Rawan Jelang Mudik Lebaran

2
×

DJKA Siagakan Personel di Jalur Rawan Jelang Mudik Lebaran

Sebarkan artikel ini
: Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di sejumlah titik rawan bencana guna mengawal kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 H. Langkah ini difokuskan pada wilayah dengan potensi banjir, tanah labil, dan longsor, khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Humas Kemenhub)
: Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di sejumlah titik rawan bencana guna mengawal kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 H. Langkah ini difokuskan pada wilayah dengan potensi banjir, tanah labil, dan longsor, khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Humas Kemenhub)

SEMARANG, RADARSUMBAR.COM – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di sejumlah titik rawan bencana guna mengawal kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 H.

Langkah ini difokuskan pada wilayah dengan potensi banjir, tanah labil, dan longsor, khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Advertisement

Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menyampaikan, pemantauan intensif dilakukan di Semarang dan sekitarnya menyusul kejadian banjir pada awal tahun ini.

“Kami melakukan pemantauan di titik-titik rawan banjir, tanah labil, longsor, serta lokasi yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api. Area tersebut dipantau 24 jam melalui CCTV dan sensor,” ujar Allan sebagaimana siaran persnya yang diterima InfoPublik, Senin (23/2/2026).

DJKA menempatkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 62 titik di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Peralatan ini digunakan untuk penanganan darurat jika terjadi gangguan prasarana akibat bencana.

Langkah tersebut merupakan bagian dari pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) di seluruh wilayah kerja DJKA. Pemantauan dilakukan secara kolaboratif dengan operator kereta api dan pemerintah daerah guna meminimalkan risiko gangguan perjalanan selama masa angkutan Lebaran.

Beberapa langkah teknis yang telah dilakukan meliputi pemasangan pancang rel, cross drain, perkuatan sheet pile baja, normalisasi sungai, serta pengangkatan elevasi jembatan dan rel.

Selain mitigasi bencana, DJKA juga mempercepat pelaksanaan ramp check sarana perkeretaapian. Hingga 19 Februari 2026, sebanyak 3.571 unit telah diperiksa dari total 4.181 sarana yang direncanakan beroperasi saat angkutan Lebaran.

Rinciannya terdiri atas 326 unit lokomotif, 2.119 kereta tarik lokomotif, 103 unit Kereta Rel Diesel (KRD), dan 1.633 unit Kereta Rel Listrik (KRL).

Pemeriksaan dilakukan sejak 2 Februari 2026 di seluruh Balai Teknik Perkeretaapian untuk memastikan kelaikan operasional.

DJKA juga melakukan ramp check Standar Pelayanan Minimum (SPM) di stasiun, inspeksi keselamatan prasarana, serta menyiapkan Posko Harian Bidang Perkeretaapian guna memantau operasional selama periode mudik dan arus balik.

Dengan kombinasi mitigasi bencana dan pemeriksaan teknis sarana, DJKA menargetkan perjalanan kereta api pada masa mudik Lebaran 1447 H tetap aman, andal, dan minim gangguan. (rdr/infopublik)