SUMBAR

Pascabencana Sumbar, Mendagri Sebut 4 Daerah Ini masih Butuh Atensi Khusus

3
×

Pascabencana Sumbar, Mendagri Sebut 4 Daerah Ini masih Butuh Atensi Khusus

Sebarkan artikel ini
Mendagri Tito Karnavian.
Mendagri Tito Karnavian. (Ist)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyebut empat daerah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih membutuhkan perhatian khusus pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

“Kalau melihat petanya, memang kondisinya cukup berat dan membutuhkan atensi khusus untuk empat daerah ini,” kata Tito Karnavian di Kota Padang, Selasa.

Empat daerah yang dimaksud yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Menurut Tito, tingkat kerusakan di empat wilayah tersebut tergolong lebih parah dibandingkan kabupaten dan kota lain di Sumbar yang mulai berangsur pulih.

Baca Juga  BPBD Padang Pariaman Siaga Hadapi Cuaca Dampak Ekstrem

Meski demikian, Tito menegaskan bukan berarti daerah lain sudah sepenuhnya pulih. Ia mencontohkan Kabupaten Solok yang masih mengalami gangguan akses jalan sehingga tetap membutuhkan penanganan lanjutan.

“Empat daerah ini kondisinya cukup kompleks. Ada persoalan sarana pendidikan, akses jalan, pasar, hingga PDAM. Karena itu dibutuhkan penanganan teknis dari masing-masing kementerian,” ujarnya.

Tito memastikan pemerintah pusat akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian, antara lain dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kemendikdasmen, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, serta instansi terkait lainnya untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Sumbar.

Baca Juga  YBM PLN UID Sumatera Barat Hadirkan Aksi Peduli untuk Ibu Hamil dan Anak Stunting di Padang

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menjaga roda pembangunan tetap berjalan agar masyarakat bisa kembali produktif.

Berdasarkan data pemerintah daerah, bencana banjir dan tanah longsor di Sumbar berdampak pada 307.936 jiwa. Dari jumlah tersebut, 264 orang meninggal dunia, 72 orang hilang, 401 orang luka-luka, serta 10.854 warga terpaksa mengungsi. (rdr/ant)