BERITA

Pemerintah Tekan Biaya Haji Lewat Kampung Haji dan Pengurangan Masa Tinggal

2
×

Pemerintah Tekan Biaya Haji Lewat Kampung Haji dan Pengurangan Masa Tinggal

Sebarkan artikel ini
Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (30/5/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/nym/pri

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah berupaya menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji agar lebih terjangkau bagi jemaah Indonesia melalui pembangunan Kampung Haji, penambahan penerbangan, serta pengurangan masa tinggal di Arab Saudi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan biaya haji dapat ditekan semurah mungkin dengan berbagai skenario.

“Kami memiliki target agar biaya haji bisa ditekan semurah mungkin. Ujungnya adalah mengurangi biaya yang harus ditanggung jemaah dengan berbagai cara,” ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Salah satu langkah strategis yang disiapkan pemerintah adalah membangun Kampung Haji yang dikelola secara mandiri oleh Indonesia.

Baca Juga  Uang Rp135 Juta Mengirap dari Rekening Seorang Warga di Dharmasraya, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

“Kita bangun sendiri Kampung Haji, kemudian juga sedang bernegosiasi untuk menambah penerbangan agar waktu tunggu tidak terlalu panjang,” kata Prasetyo.

Saat ini, rata-rata masa tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi mencapai sekitar 41 hari. Pemerintah menargetkan durasi tersebut dapat dipangkas mendekati masa tinggal jemaah haji Malaysia yang berkisar 31 hari.

Menurut Prasetyo, pengurangan masa tinggal tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya haji.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Bidang Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan Kampung Haji direncanakan berlokasi di kawasan Thakher, Makkah. Pengelolaan hotel di kawasan tersebut berada di bawah Danantara, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai pengguna fasilitas.

Baca Juga  Soal Kunjungan Menteri ke Jokowi, Mensesneg: Pemerintahan Tetap Solid

Namun demikian, Irfan memastikan Kampung Haji belum dapat dimanfaatkan pada musim haji 2026.

“Kemungkinan baru bisa digunakan pada 2027,” ujarnya.

Ia menambahkan hingga kini belum ada perubahan skema kedatangan jemaah, yang masih melalui Madinah dan Jeddah.

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembangunan Kampung Haji direncanakan dimulai pada kuartal IV 2026. Untuk musim haji tahun ini, sejumlah aset yang telah dibeli masih dalam tahap survei oleh Kementerian Haji dan Umrah. (rdr/ant)