BISNIS

Sambut Natal dan Tahun Baru 2026, Bank Nagari Tegaskan Komitmen Tolak Gratifikasi

1
×

Sambut Natal dan Tahun Baru 2026, Bank Nagari Tegaskan Komitmen Tolak Gratifikasi

Sebarkan artikel ini
Bank Nagari. (dok. istimewa)
Bank Nagari. (dok. istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM — Menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026, Bank Nagari menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas, etika bisnis, serta kepercayaan publik melalui penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) serta penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO SNI 37001:2016.

Bank Nagari berupaya secara konsisten membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan profesional di seluruh lini organisasi.

Dalam pernyataan resminya, Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh pegawai PT Bank Nagari menyatakan sikap tegas untuk tidak menerima dan/atau meminta gratifikasi dalam bentuk apa pun.

Baca Juga  Bank Nagari Raih Penghargaan Integrated Digital Banking Services di Ajang Best BUMD Awards 2025

Gratifikasi yang dimaksud mencakup, namun tidak terbatas pada, parcel, uang, hadiah, maupun bingkisan, baik yang diberikan pada momen hari raya keagamaan maupun di luar hari besar.

Bank Nagari menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas institusi sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah, mitra, regulator, dan masyarakat luas.

“Integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Dengan menolak gratifikasi, kita berkomitmen menjaga profesionalisme dan memastikan seluruh layanan diberikan secara adil dan bertanggung jawab,” demikian pernyataan manajemen Bank Nagari melalui Sekper Tasman.

Baca Juga  Bank Nagari Resmi Buka KCP Baso, Layanan Sudah Beroperasi

Melalui momentum Natal dan Tahun Baru, Bank Nagari mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga nilai integritas dengan menerapkan prinsip:

  • Tidak memberi gratifikasi
  • Tidak menerima gratifikasi
  • Tidak meminta gratifikasi

Dia berharap komitmen ini dapat terus memperkuat budaya antikorupsi dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang beretika, bersih, serta berkelanjutan demi kemajuan ekonomi daerah dan nasional. (rdr)