BERITA

Dirjen Yankes Dukung Percepatan BKIM Jadi Rumah Sakit Mata Sumatera Barat

8
×

Dirjen Yankes Dukung Percepatan BKIM Jadi Rumah Sakit Mata Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Dirjen Yankes dan Gubernur Mahyeldi.

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Gubernur Sumatera Sumatera Barat, Audy Joinaldy, bersama Kepala Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Sumbar, menemui Dirjen Pelayanan Kesehatan RI, Abdul Kadir, dalam rangka konsultasi dan koordinasi percepatan BKIM menjadi RS. Mata Sumatera Barat pada Senin (24/1/2022).

Dalam pertemuan itu, Dirjen Yankes sangat mendukung dalam percepatan Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) menjadi rumah sakit tip C. Menindaklanjuti hal ini, Pemprov Sumbar akan mendukung peningkatan jenis layanan maupun fasilitas yang dimiliki BKIM, sehingga sudah layak untuk diproyeksikan menjadi rumah sakit tipe C.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Mendukung Penuh Rencana Syukuran atas Penetapan Rahmah El Yunusiyah Sebagai Pahlawan Nasional

“Oleh karena itu, Pemprov saat ini harus melakukan penjajakan, sekaligus berkoordinasi dengan kami,” jelas Abdul Kadir.

Menanggapi hal itu, Wagub Audy mengatakan untuk menjadikan rumah sakit, fasilitas akan terus ditingkatkan sesuai standar. “Kita saat ini terus berusaha mewujudkan menjadi rumah sakit dengan cara meningkatkan fasilitas. Kalau bisa dianggarkan dalam perubahan APBD tahun ini. Pembangunan akan kita laksanakan,” ungkapnya.

Ia juga berharap, perizinan rumah sakit dapat dipercepat sehingga pembangunan dapat segera dilakukan. Menurut Wagub perubahan BKIM menjadi rumah sakit ini, merupakan bagian dari inovasi untuk kemajuan daerah.

Baca Juga  Masuk Kamar Kos Waktu Subuh, Dua Pasangan Remaja Digerebek Warga di Padang

Disamping itu, Walikota Solok, Zul Elfian, menyebutkan beberapa kendala yang menjadi persoalan di BKIM. Pertama, dengan keterbatasan anggaran yang ada di APBD 2022. Kemudian kondisi pandemi juga memberikan pengaruh terhadap pendapatan dan kunjungan ke BKIM.

Kepala Dinas Kesehatan kota Solok, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok Elvi Rosanti, menyebutkan untuk kenaikan status BKIM menjadi RS Mata, sangat membutuhkan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini pihaknya hanya ada mempunyai dua orang dokter spesialis mata, satu orang dokter gigi, satu orang dokter THT. (rdr)