DAERAH

PTPN IV Regional 4 Ikut Selesaikan Bangun Masjid

1
×

PTPN IV Regional 4 Ikut Selesaikan Bangun Masjid

Sebarkan artikel ini
PTPN IV Regional 4 bantu pembangunan masjid. (dok. istimewa)
PTPN IV Regional 4 bantu pembangunan masjid. (dok. istimewa)

JAMBI, RADARSUMBAR.COM – Penyelesaian pembangunan tempat ibadah seperti Masjid menjadi salah satu perhatian dan wujud program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 Jambi.

Melalui Kebun Usaha Durian Luncuk, BUMN perkebunan ini membantu pembangunan masjid Nurul Islam di Desa Terentang Baru, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Manager Kebun Durian Luncuk, Hery Kurniawan langsung turun menyerahkan bantuan pembangunan tempat ibadah umat Islam itu sebesar Rp5.000.000 pada Kamis (18/4/2025).

Baca Juga  Warga Resah! Puluhan Bangkai Hewan Cemari Sungai di Gunungsitoli Utara

Bantuan diterima langsung Ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam, H Mugiono. Diharapkan dapat membantu percepatan proses pembangunan masjid untuk kenyamanan jamaah beribadah.

“Bantuan ini merupakan bagian dari program TJSL kami. Program ini bentuk perhatian dan tangungjawab kami pada kehidupan sosial masyarakat sekitar kami.”

“Memang tidak banyak dana yang kami serahkan, tapi paling tidak bisa membantu pembangunan Masjid Nurul Islam dapat berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi warga Desa Terentang Baru,” ujar Hery Kurniawan.

Baca Juga  Siapkan SDM Unggul Perkebunan, PTPN IV Regional IV Salurkan 1.000 Bibit Sawit untuk SMK

Sementara, H Mugiono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan kontribusi dari PTPN Regional 4 yang peduli atas pembangunan masjid sebagai pusat ibadah warga Desa Terentang Baru.

Masjid Nurul Islam memang dibangun secara swadaya masyarakat dan beberapa pihak lain, pembangunan secara fisik dikerjakan masyarakat secara gotong-royong.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kebun Durian Luncuk PTPN IV Regional 4. Bantuan akan kami belanjakan material masjid dan akan dikerjakan pembangunan fisiknya secara gotong-royong,” tutup Mugiono. (rdr)